Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Kamis, 24 Desember 2009

Car Floor Mats - Excellent Oil Absorbers

Car floor mats is the coatings that are applied on car bases to protect the floor carpet from rubble, water, worms, grime and extra uninvited molecules. Automobile floor mats as well forbid snow and water from sopping the carpet and corroding the car body. They're as well a ornamental accessory affording the car a clean up look. Automobile Floor mats are constructed by cutting the hoped stuffs fitting in to the sizing of the vehicle. Common mats could be raised with embellishment, ribbing etc. They're so abutted with matching bindings. These mats are with chemicals cared for to abbreviate humidness, heighten coloring and assert them this mats are matter to several depreciation as they're in a great use area. Therefore, checking into their condition by time to time is extremely suggested.

Car floor mats are of 2 characters. They're carpet floor mats and totally weather condition car floor mats. Carpet floor mats are usable in a lot of colors. They protect the car floor and allow for presentable insides to the car. Rubber floor mats are less destroyable and hard for extreme weather conditions. Rubber car floor mats are usable in standard rubber colors like black, bronze and grey. Both types are washable.


Car floor mats are either customized or semi-custom built. Customized floor mats are bespoke in the demand size of the car floor. Somebodies can determine the design and colour and find mats made to order. Such as mats will be a complete fit to the vehicle. Semi-custom made car floor mats are not produced specifically for each vehicle. They get in measure sizes and the size closest to the vehicle base is applied. They're approximately 90-95% exact. They're usable in the shops and individuals can decide the better selection out of the mats usable. It's basic exercise to apply removable rubber mats all over fixed floor mats. This assistances in cleanup and defending the mats.

As far as their cost is interested, these mats are not expensive. You will be able to get these easily at affordable cost. The price will be generally like as a steady mat has but profits are on the far side. They're sturdy, save and fantabulous absorbers.

Read More → Car Floor Mats - Excellent Oil Absorbers

Selasa, 15 Desember 2009

Pembuatan Tawas

Tawas adalah garam sulfat rangkap terhidrat dengan formula M+M3+ (SO4)2.12H2O. M+ merupakan kation univalen, umumnya Na+, Fe+, Cr+, Ti3+ atau Co3+, tawas biasa dikenal dalam kehidupan sehari-hari adalah amonium sulfat dodekahidrat.

Beberapa contoh tawas, cara membuat dan kegunaannya:

1. Natrium aluminium sulfat dodekahidrat (tawas natrium) dengan formula NaAl(SO4)2. 12h2O digunakan sebagai serbuk pengembang roti.

2. Kalium aluminium sulfat dodekahidrat (tawas kalium) dengan rumus KAl(SO4)2. 12H2O digunakan dalam pemurnian air, pengolahan limbah, dan bahan pemadam api. Tawas kalium dibuat dari logam aluminium dan kalium hidroksida. Logam aluminium bereaksi secara cepat dengan KOH panas menghasilkan larutan garam kalium aluminat.


2Al(s) + 2K+(aq) + 2OH-(aq) + 6H2O(l) ——> 2K+(aq) + 2Al(OH)4-(aq) + 3H2(g)

ion aluminium, Al(OH)4- yang bersifat ampoter jika direaksikan dengan asam sulfat, diendapkan sebagai aluminium hidroksida, tetapi larut pada pemanasan.

2K+(aq) + 2Al(OH)4-(aq) + 2H+(aq) + SO42-(aq) —–> 2Al(OH)3(s) + 2K+(aq) + SO42-(aq) + 2H2O(l)

2Al(OH)3(s) + 6H+(aq) + 3SO42-(aq) —–> 2Al3+(aq) + 3SO42-(aq) + 6H2O(l)

jika larutan kalium aluminium sulfat dodekahidrat yang hampir jenuh didinginkan maka akan terbentuk kristal-kristal yang berbentuk oktahedron.

3. Amonium aluminium sulfat dodekahidrat (tawas amonium) dengan formula NH4Al(SO4)2.12H2O digunakan sebagai acar ketimun.

4. Kalium kromium(III) sulfat dodekahidrat (tawas kromium) dengan formula KCr(SO4)2.12H2O digunakan sebagai penyamak kulit dan bahan pembuat kain tahan api. tawas kromium dapat diperoleh dengan cara mereduksi ion dokronat dari kaliium dikromat K2Cr2O7, menjadi kromium(III) dalam larutan asam sulfat dengan reduktor etanol, C2H5OH.

8H+(aq) + CrO72-(aq) + 3C2H5OH(aq) —–> 3CH3CHO(aq) + 2Cr3+(aq) + 7H2O(l)

ion sulfat dari asam sulfat dan ion kalium dari kalium dikromat bergabung dengan ion kromium(III) membentuk kristal tawas kromium yang terbentuk oktahedron dan berwarna violet sampai hijau gelap jika larutan yang pekat didinginkan.

K+(aq) + Cr3+(aq) + 2O42-(aq) + 12H2O(l) —–> KCr(SO4)2. 12H2O(c)

5. Amonium besi(III) sulfat dodekahidrat (tawas besi(II)) dengan formula NH4Fe(SO4)2.12H2O digunakan untuk mordan pada pewarnaan tekstil. Tawas ini dibuat dengan mengoksidasi ion besi(II) menjadi ion besi(III) dengan asam nitrat dalam larutan amonium sulfat.

2H+(aq) + NO3-(aq) +Fe2+(aq) —–> Fe3+(aq) + NO2(g) + H2O(l)

ion amonium dan ion sulfat dari amonium sulfat, (NH4)SO4, mengkristalkan ion besi(III) sebagai tawas besi(III).

NH4+(aq) + Fe3+(aq) + 2SO42-(aq) + 12H2O(l) —–> NH4Fe(SO4)2. 12H2O(c)

Untuk setiap kali pembuatan tawas, sebagian pelarut mungkin perlu dikurangi dengan cara penguapan untuk menghasilkan larutan jenuh yang kemudian menghasilkan kristal tawas pada waktu didinginkan. Untuk mendapatkan kristal yang berukuran besar, pendinginan larutan jenuh harus dilakukan secara pelan-pelan.

Read More → Pembuatan Tawas

Reaksi pada unsur dan senyawa logam alkali dan alkali tanah

Logam-logam alkali mempunyai beberapa sifat fisik antara lain semuanya lunak, putih mengkilat, dan mudah dipotong. Jika logam-logam tersebut dibiarkan di udara terbuka maka permukaannya akan menjadi kusam karena logam-logam tersebut mudah bereaksi dengan air atau oksigen, dan biasanya disimpan dalam minyak tanah.

Bersamaan dengan semakin bertambahnya nomor atom maka tingkat kelunakannya juga semakin bertambah. Tingkat kelunakan logam-logam alkali makin bertambah sesuai dengan bertambahnya nomor atom logam-logam tersebut. Sifat-sifat kimia logam alkali tanah dapat diamati antara lain dari reaksinya terhadap air. Reaksinya dengan air menghasilkan gas hidrogen dan hidroksida serta cukup panas. Reaktivitas terhadap air dingin semakin bertambah besar dengan bertambahnya nomor logam.


Logam-logam alkali tanah, kecuali berilium semuanya berwarna putih, mudah dipotong dan nampak semakin mengkilat jika dipotong, serta cepat menjadi kusam di udara. Reaktivitasnya terhadap air berbeda-beda. Berilium dapat bereaksi dengan air dalam keadaan pijar dan airnya dalam bentuk uap. Magnesium bereaksi dengan air dingin secara lambat dan semakin cepat bila makin panas, logam-logam alkali tanah yang lain sangat cepat bereaksi dengan air dingin menghasilkan gas hidrogen dan hidroksida serta menghasilkan banyak panas.

Senyawa klorida dari logam-logam alkali maupun alkali tanah larut dalam air membentuk ion hidrat sederhana. banyak klorida kovalen atau agak kovalen mengalami hidrolisis dan menghasilkan klorida dan oksida atau hidroksinya. Misalnya larutan aluminium klorida bereaksi dengan air membentuk aluminium hidroksida.

AlCl3(aq) + 3 H2O(l) —–> Al(OH)3(s) + 3 HCl(aq)

kekuatan hidrolisis klorida alkali tanah dapat diperkirakan dengan cara memanaskan klorida hidrat dan memeriksa gas hidrogen klorida yang dihasilkan.

Senyawa karbonat logam-logam alkali tanah sedikit larut dalam air dan membentuk bikarbonat bila ke dalam larutan tersebut dialiri gas karbondioksida. Terbentuk bikarbonat menyebabkan senyawa tersebut larut.

CaCO3(s) + H2O(l) + CO2(g) —–> Al(OH)3(s) + 3HCL(aq)

karbonat-karbonat ini akan terurai pada pemanasan menghasilkan oksida dan karbon dioksida. Stabilitas senyawa karbonat terhadap pemanasan semakin bertambah bila nomor atom logamnya bertambah.

CaCO3(s) —–> CaCo(s) + CO2(g)

Read More → Reaksi pada unsur dan senyawa logam alkali dan alkali tanah

Penentuan Ni(II) dengan kromatografi lapis tipis

Kromatografi lapis tipis merupakan salah satu kromatografi yang berdasarkan proses adsorpsi. Tahapan analisis dengan kromatografi lapis tipis sama seperti pada kromatografi kertas. Kelebihan kromatografi lapis tipis dibandingkan dengan kromatografi kertas adalah waktu elusi lebih pendek dan dapat digunakan untuk analisis kuantitatif.

Sebagai fasa diam dapat digunakan silika atau alumina yang dilapiskan pada lempeng kaca atau aluminium. Jika fasa diam berupa silika gel maka bersifat asam, jika fasa diam alumina maka bersifat basa. Fasa gerak atau larutan pengembang biasanya digunakan pelarut campuran organik atau bisa juga campuran pelarut organik – anorganik.


Baik silika maupun alumina merupakan suatu adsorben yang bersifat polar, dengan demikian cuplikan akan ditahan berdasarkan perbedaan kepolaraanya. Oleh karena itu dapat digunakan untuk memisahkan senyawa atau ion yang sifatnya polar. ion atau senyawa akan mempunyai Rf yang spesifik, dengan demikian melalui kromatografi lapis tipis dapat diperoleh informasi secara kualitatif.

Perhitungan Rf sama halnya seperti pada kromatografi kertas. Sampel cair dengan jumlah tertentu ditotolkan pada plat KLT dan dielusi dalam larutan pengembang. Senyawa yang terdapat dalam sampel akan terdistribusi dalam dua fasa yaitu fasa diam dan fasa gerak. Fasa gerak bergerak naik karena gaya kapiler dan dihentikan ketika mencapai 3/4 panjang plat.

Analisis kuantitatif pada kromatografi lapis tipis dapat dilakukan dengan jalan melarutkan kembali ion atau senyawa yang sudah terpisahkan kemudian ditentukan serapannya (karena pada umumnya untuk pengenalan digunakan pereaksi berwarna). Dalam hal ini jumlah cuplikan yang ditotolkan harus kuantitatif. Ni(II) adalah suatu ion logam yang bersifat polar sehingga dapat dipisahkan dari komponen lain menggunakan kromatografi lapis tipis.

Fasa gerak yang dipakai bisa menggunakan campuran pelarut organik-anorganik misalnya aseton-HCl. Dalam suasana basa Ni(II) dapat bereaksi dengan dimetilglioksim (DMG) membentuk kompleks warna merah. Secara kuantitatif warna merah dari kompleks Ni-DMG dapat ditentukan dengan spektrofotometri sinar tampak. Cara kerja dalam menentukan Ni(II) dalam kromatografi lapis tipis adalah menotolkan terlebih dahulu 1 ml larutan cuplikan yang mengandung Ni(II) pasa plat KLT dengan jarak 1cm dari tepi.

Lalu disiapkan pengembang campuran aseton : HCl 6M (10:2) dan dimasukkan plat KLT kedalam bejana pengembang lalu dibiarkan beberapa saat hingga fasa gerak mencapai 3/4 bagian plat. Angkat plat dan beri tanda jarak tempuh fasa gerak dengan pensil dan dikeringkan dengan hair dryer. Setelah kering letakkan plat diatas gelas kimia berisi larutan amoniak sampai plat jenuh dengan uap amoniak. Kemudian semprot dengan larutan dimetilglioksim (DMG) dan tentukan harga Rf-nya. Setelah itu kerok noda yang terbentuk kemudianekstrak dengan 5X1 ml kloroform dan ukur serapannya pada panjang gelombang 366nm, dari situ kita akan dapat menentukan kadar Ni(II) dalam cuplikan.

Read More → Penentuan Ni(II) dengan kromatografi lapis tipis

Selasa, 08 Desember 2009

Kromatografi kertas

Kromatografi kertas merupakan salah satu metode pemisahan berdasarkan distribusi suatu senyawa pada dua fasa yaitu fasa diam dan fasa gerak. Pemisahan sederhana suatu campuran senyawa dapat dilakukan dengan kromatografi kertas, prosesnya dikenal sebagai analisis kapiler dimana lembaran kertas berfungsi sebagai pengganti kolom.


Kromatografi kertas adalah salah satu pengembangan dari kromatografi partisi yang menggunakan kertas sebagai padatan pendukung fasa diam. Oleh karena itu disebut kromatografi kertas. Sebagai fasa diam adalah air yang teradsorpsi pada kertas dan sebagai larutan pengembang biasanya pelarut organik yang telah dijenuhkan dengan air.

Dalam kromatografi kertas fasa diam didukung oleh suatu zat padat berupa bubuk selulosa. Fasa diam merupakan zat cair yaitu molekul H2O yang teradsorpsi dalam selulosa kertas.fasa gerak berupa campuran pelarut yang akan mendorong senyawa untuk bergerak disepanjang kolom kapiler. Analisis kualitatif menggunakan kromatografi kertas dilakukan dengan cara membandingkan harga relative response factor (Rf). Nilai Rf identik dengan time retention (tR) atau volume retention (VR).

Nilai Rf dapat ditentukan dengan cara:

Rf = jarak yang ditempuh noda

jarak yang ditempuh pelarut

Harga Rf zat baku dapat diidentifikasikan komponen campuran, karena harga besaran ini bersifat khas untuk setiap zat asal digunakan jenis pengembang yang sama. Kadang-kadang pemisahan dalam satu arah belum memberikan hasil yang memuaskan. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, dapat dipakai cara kromatografi kertas dua dimensi, yang mana letak kertas diubah sehingga arah pemisahan juga berubah.

Secara umum kromatografi kertas dilakukan dengan menotolkan larutan yang berisi sejumlah komponen pada jarak 0,5 sampai 1cm dari tepi kertas. Setelah penetesan larutan pada kertas, maka bagian bawah kertas dicelupkan dalam larutan pengambang(developing solution). Larutan ini umumnya terdiri atas campuran beberapa pelarut organik yang telah dijenuhkan dengan air.

Sistem ini akan terserap oleh kertas dan sebagai akibat dari gaya kapiler akan merambat sepanjang kertas tersebut. Rambatan ini dapat diusahakan dalam modus naik atau menurun. Selama proses pemisahan dilakukan, sistem secara keseluruhannya disimpan dalam tempat tertutup, ruang didalamnya telah jenuh dengan uap sistem pelarut ini.

Read More → Kromatografi kertas
 

Kamu ikut aku juga ikut